NURILFMJAMBI.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Bahasa Provinsi Jambi melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan SIT Nurul ‘Ilmi 2 Kota Jambi, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.30 WIB tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program literasi siswa sekaligus memperkuat budaya membaca melalui pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen Tinjau Implementasi Literasi Digital di Sekolah
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi Mhd. Zaki, S.Sos., M.H. Turut hadir Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Jambi Nanang Sunarya, M.Pd., perwakilan Duta Bahasa Jambi, jajaran SIT Nurul ‘Ilmi 2, serta para siswa yang mengikuti kegiatan literasi di perpustakaan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Hafidz Muksin berinteraksi langsung dengan para siswa yang sedang membaca di perpustakaan. Ia juga memberikan demonstrasi penggunaan papan interaktif digital untuk mengakses dan membaca buku elektronik. Perangkat tersebut merupakan bagian dari inisiatif Presiden Republik Indonesia dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi sekaligus memperluas akses siswa terhadap bahan bacaan digital yang berkualitas.
Budaya Membaca dan Literasi Digital Menjadi Fokus
Selain memperkenalkan pemanfaatan buku digital, Hafidz Muksin menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada para siswa agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, budaya membaca merupakan fondasi penting dalam membangun karakter, memperluas wawasan, serta menjadi salah satu kunci keberhasilan generasi muda di masa depan. Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan berbagai media literasi, baik buku cetak maupun konten digital yang edukatif.
Pelestarian Bahasa Melayu dan Penguatan Karakter
Kegiatan tersebut turut menjadi sarana penguatan penggunaan Bahasa Melayu sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah. Dalam pembinaannya, para siswa diajak mencintai bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus mendukung keberagaman bahasa di Indonesia. Penguatan bahasa daerah dipadukan dengan penanaman nilai-nilai karakter melalui implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi salah satu program penguatan karakter di lingkungan pendidikan.
Bagian dari Distribusi Nasional Lebih dari 5 Juta Buku
Program literasi yang diperkenalkan dalam kunjungan ini juga merupakan bagian dari gerakan nasional pendistribusian lebih dari 5 juta buku ke lebih dari 16 ribu Sekolah Dasar (SD) dan 8 ribu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses bacaan bagi peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas literasi nasional melalui penyediaan bahan bacaan yang lebih beragam, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi, Mhd. Zaki, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pembelajaran perlu diimbangi dengan penguatan budaya membaca dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia maupun bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Komitmen Meningkatkan Literasi Generasi Muda
Melalui kunjungan kerja ini, Kemendikdasmen berharap semangat literasi di kalangan pelajar terus meningkat seiring berkembangnya teknologi pendidikan. Dengan memadukan inovasi digital, penguatan karakter, dan pelestarian bahasa daerah, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki budaya membaca yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.( TIM )
