NURILFMJAMBI.COM – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menegaskan pentingnya transformasi lembaga penyiaran lokal dalam menghadapi perkembangan pesat platform digital yang kini semakin mendominasi arus informasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri malam penganugerahan Anugerah KPID Provinsi Jambi. Menurutnya, media penyiaran lokal menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan platform digital yang dalam banyak hal tidak tunduk pada regulasi penyiaran sebagaimana televisi dan radio konvensional.
“Lembaga penyiaran di daerah harus mampu menjawab tantangan digital. Mereka harus tetap profesional, taat regulasi, dan terus meningkatkan kualitas program. Penyiaran yang sehat sangat dibutuhkan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, berimbang, dan beretika,” ujar Sani.
Ia mengapresiasi langkah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi yang selama ini aktif melakukan pendampingan, pengawasan, serta memberikan motivasi kepada lembaga penyiaran agar tetap kompetitif di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Selain itu, Wagub Sani menilai lembaga penyiaran memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas daerah. Melalui program televisi dan radio, berbagai potensi Jambi mulai dari budaya, sejarah, ekonomi kreatif hingga pariwisata dapat dipromosikan secara luas kepada masyarakat.
“Siaran televisi dan radio tidak hanya menjadi penyampai informasi nasional, tetapi juga harus menjadi medium untuk mengangkat potensi daerah. Kita memiliki kekayaan Jambi yang luar biasa dan ini harus tampil dalam program-program siaran agar mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta memperkuat jati diri daerah,” katanya.
Ia juga berharap nilai-nilai budaya Melayu Jambi, kearifan lokal, serta etika penyiaran terus menjadi landasan dalam setiap program yang diproduksi oleh lembaga penyiaran di daerah.
Di akhir sambutannya, Sani menyampaikan apresiasi kepada KPID Provinsi Jambi, insan penyiaran, pemerintah kabupaten/kota, badan publik, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penyiaran di Provinsi Jambi.
Sementara itu, Ketua KPID Provinsi Jambi, Kemas Al Fajri, menegaskan bahwa Anugerah KPID bukan sekadar ajang penghargaan tahunan, melainkan instrumen evaluasi terhadap kepatuhan lembaga penyiaran terhadap regulasi yang berlaku.
“Anugerah ini bukan hanya kompetisi atau formalitas. Ini merupakan upaya memastikan lembaga penyiaran menjalankan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Program yang melanggar aturan tentu tidak dapat masuk nominasi,” jelasnya.
Menurut Kemas, tantangan terbesar saat ini adalah dominasi platform digital yang berkembang sangat cepat dan tidak selalu mengikuti aturan maupun norma yang berlaku dalam dunia penyiaran.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada lembaga penyiaran agar terus berdaya saing menghadapi serangan platform digital yang sangat masif. Ketika lembaga penyiaran wajib memenuhi berbagai ketentuan dan perizinan, platform digital bisa berkembang tanpa batasan yang sama. Karena itu, kualitas program dan marwah penyiaran daerah harus terus dijaga,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua KPI Pusat, Ubaidillah. Ia menilai penyiaran memiliki fungsi penting dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi potensi daerah.
“Penyiaran bukan hanya soal informasi dan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Anugerah KPID dapat menjadi pondasi bagi lembaga penyiaran untuk menampilkan kekayaan Jambi dari sisi sejarah, budaya, ekonomi, hingga pariwisata,” ujarnya.
Ia mendorong televisi dan radio di Jambi untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas siaran sesuai kaidah penyiaran yang berlaku.
“Televisi dan radio harus mampu menggerakkan potensi daerah. Terus jaga kualitas siaran yang sudah baik dan tingkatkan inovasi program agar dapat memperkuat ekonomi masyarakat dan jati diri daerah,” tambahnya.
Daftar Penerima Anugerah KPID Provinsi Jambi
Pada kesempatan tersebut, KPID Provinsi Jambi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga penyiaran, pemerintah daerah, badan publik, serta insan penyiaran yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan dunia penyiaran di Jambi.
Kategori Kepala Daerah Peduli Penyiaran
- Hurmin
- Bambang Bayu Suseno
- Anwar Sadar
Kategori Televisi
- Program Anak-Anak Terbaik: GTV
- Program Berita Terbaik: TVRI Jambi
- Program Berita Berbahasa Daerah Terbaik: Jambi TV
- Program Iklan Layanan Masyarakat Terbaik: Bungo TV (Anti Narkotika)
- Program Hiburan Seni Budaya Lokal Terbaik: TVRI Jambi (Geli-Geli Sedap)
- Program Talkshow Terbaik: Jek TV (Bincang Inspirasi)
- TV Lokal Terbaik: Jek TV
- TV SSJ Terbaik: Indosiar
Kategori Radio
- Program Anak-Anak Terbaik: Radio Nuril FM
- Program Berita Terbaik: RRI Jambi
- Program Berita Berbahasa Daerah Terbaik: Radio Eldity
- Program Iklan Layanan Masyarakat Terbaik: D Radio (Cegah Narkoba)
- Program Talkshow Terbaik: Radio Cozy (Cozy Talkshow)
- Program Hiburan Seni Budaya Lokal Jambi Terbaik: Radio Kedaton (Pantun Seloko Adat Jambi)
- Radio Lembaga Penyiaran Swasta Terbaik: D Radio
- Pembawa Berita Radio Terbaik: Ernita Syamsir
Kategori Insan Penyiaran
- Pembawa Berita Televisi Terbaik: Salwa Khairatunnisa
- Jurnalis Televisi Lokal Terbaik:
- Reza Fender Rizky
- Rendy Artha
- Arfani
- Ryan
Kategori Khusus
- Life Achievement: Ketua TP PKK Provinsi Jambi
- DPR RI dan DPRD Peduli Penyiaran:
- Elpisina
- Cek Endra
- Muhammad Hafis
- Hapis Hasbiallah
- Penyelenggara Peduli Penyiaran:
- Bawaslu Provinsi Jambi
- Dinas Kominfo Provinsi Jambi
- Lembaga Pengawas Iklan Obat dan Makanan:
- BPOM Provinsi Jambi
