NURILFMJAMBI.COM – Siapa yang tidak mengenal sosok Aunur Rofiq Lil Firdaus? Pria yang lebih akrab disapa Opick ini telah menjadi ikon musik religi di Indonesia selama dua dekade terakhir. Dengan penampilan khas yang identik dengan serban—menyerupai tokoh pahlawan Pangeran Diponegoro—suara merdunya selalu menemani masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan.
Awal Karier dan Transformasi Musikal
Lahir di Jember, Jawa Timur, pada 16 Maret 1974, Opick sebenarnya telah aktif di dunia musik sejak tahun 1992. Menariknya, sebelum dikenal sebagai penyanyi religi, ia mengaku pernah memiliki band yang membawakan lagu-lagu bergenre rock.
Namanya mulai mencuri perhatian publik secara luas bukan sebagai penyanyi, melainkan sebagai penulis lagu. Salah satu karya fenomenalnya adalah lagu “Dealova” yang dipopulerkan oleh Once Mekel untuk soundtrack film dengan judul yang sama. Berkat lagu ini, Opick berhasil menyabet penghargaan sebagai Pencipta Lagu Pop Terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2006.
Kesuksesan Fenomenal Album ‘Istighfar’
Titik balik terbesar dalam kariernya terjadi pada Januari 2005 saat ia merilis album religi pertamanya yang bertajuk Istighfar. Album ini meledak di pasaran dengan mencetak dobel platinum dalam bulan pertama penjualannya.
Salah satu lagu andalan dalam album tersebut, “Tombo Ati”, menjadi sangat populer dan membawa album Istighfar menembus penjualan lebih dari 800 ribu kopi serta meraih lima platinum. Kesuksesan ini mengukuhkan posisi Opick sebagai duta grup musik Islami (Nasyid) oleh lembaga Nasyid Nusantara (ANN).
Karya yang Tak Pernah Putus
Sejak kesuksesan Istighfar, Opick seolah tidak pernah berhenti berkarya. Ia secara rutin merilis album hampir setiap tahun, di antaranya:
- Semesta Bertasbih (2006) – menampilkan duet hit “Takdir” bersama Melly Goeslaw.
- Ya Rahman (2007)
- Cahaya Hati (2008)
- Wahai Pemilik Jiwa (2021)
Hingga kini, Opick tetap produktif dengan merilis sejumlah singel terbaru, termasuk “Syukur Alhamdulillah” yang dijadwalkan untuk tahun 2026.
Multi-Talenta di Luar Dunia Tarik Suara
Selain bernyanyi dan menulis lagu, Opick juga mengepakkan sayapnya di dunia seni peran dan literasi. Ia pernah membintangi film layar lebar seperti Kun Fayakuun (2008) dan Di Bawah Langit (2010), serta serial televisi Hamba-Hamba Allah. Di bidang literasi, ia meluncurkan buku berjudul Opick, Oase Spiritual Dalam Senandung pada tahun 2006.
Dengan dedikasi yang konsisten, Opick tidak hanya sekadar menjadi penyanyi, tetapi juga menjadi sosok yang memberikan kesejukan spiritual melalui untaian nada dan lirik yang ia ciptakan.( TIM )
